Wah, Gitar Haryo Kongko Dikoleksi Gedung Putih…

0
86
Haryo Kongko (dua dari kiri) saat nge-jam di panggung Konser Kebangsaan bersama tiga gitaris Kota Malang.

MALANGVOICE-Pada era 1970-an ada sebuah grup rock dari Yogya, bernama Christmas Camel, dan sempat membuat album rekaman. Namun setelah itu tak terdengar lagi kabar beritanya. Personel juga semburat semua.

Salah satunya adalah Haryo Kongko (gitaris), yang akhirnya memilih meniti karier sebagai pegawai pemerintah, sampai akhirnya menjadi salah satu Dirjen di Departemen Dalam Negeri (kini Kementerian Dalam Negeri).

Beberapa tahun lalu Kongko sudah pension, dan kini kembali ke habitatnya, musik. Kini, ia tidak saja bermain gitar, tapi dia juga membuat gitar. Istimewanya, gitar buatannya merupakan gitar dengan ornamen batik bermotif etnik dari segala penjuru Nusantara.

Karena uniknya gitar buatan Kongko, sejumlah musisi, seperti Setiawan Djodi dan pejabat pemerintahan pun mengoleksi gitar batiknya.

Dan, di Galeri Malang Bernyanyi (GMB) juga telah tersimpan 3 buah gitar batik buatan Kongko. Satu buah sumbangan dari Kongko sendiri, dan 2 buah lainnya sumbangan dari simpatisan GMB yang tinggal di Bogor dan Semarang.

Kongko memang ulet dan pekerja keras. Promosi gitar batiknya juga dilakukan di luar negeri. Pada kunjungannya ke Amerika, setahun lalu, Kongko sempat memberikan gitar batiknya untuk Presiden Barack Obama, dan kini menjadi salah satu koleksi yang tersimpan di Gedung Putih di Washington DC.

Selama 24 jam pada Sabtu-Minggu lalu, Kongko menjadi tamu GMB. Kehadirannya bersama Bens Leo dalam rangka menjadi saksi penandatanganan perjanjian penggunaan nama Museum Musik Indonesia (MMI), dari pemegang hak cipta kepada GMB.

Bahkan Kongko juga sempat nge-jam bersama para musisi Malang yang mengisi panggung Konser Kebangsaan di UBTV Universitas Brawijaya. Saat itu ia ikut membawakan lagu Bagimu Negeri.

Seminggu sebelumnya Kongko sempat menikmati sajian musik di God Bless Café, bahkan tampil nge-jam bersama musisi Malang.

“Konser Kebangsaan sungguh luar biasa. Jauh di atas ekspektasi kami. Konduktor orkestranya yang perempuan, sangat berpotensi untuk maju dan berkembang,” tutur Kongko kepada GMB.