Waduh, Korban ASAU Ternyata Capai Lima Bocah

0
6
Ayah korban tunjukkan bukti pelaporan (ist)
Ayah korban tunjukkan bukti pelaporan (ist)

MALANGVOICE – Pencabulan yang dilakukan oleh AS (50), mantan kepala sekolah salah satu SDN di Tumpang, Kabupaten Malang, bukan hanya dilakukan kepada Kecil (12), tapi juga empat anak lainnya. Fakta ini terkuak saat Kecil dan empat orang temannya saling bertukar cerita mengenai kelakuan AS.

Kelimanya ternyata pernah dicabuli ASAU di ruang kerjanya. Modusnya sama, masing-masing korban dipanggil ke ruangannya. Kemudian dipangku dan diciumi pipi, leher serta digerayangi.

Perbincangan para murid ini terdengar oleh salah satu guru yang enggan disebutkan namanya.

Kemudian sang guru mengumpulkan para wali murid. Mereka membuat surat pernyataan bersama yang menuntut agar AS diberhentikan secara tidak hormat dan diproses sesuai aturan yang berlaku.

“Rupanya sebelum kami mengirimkan surat itu, AS sudah dipensiunkan dini, bukan dipecat,” keluh Tim Advokasi Kecil, Sahrul Munir SH MH.

Belum lama ini Munir mendampingi orang tua Kecil mendatangi rumah AS. Bukannya mendapatkan penyelesaian masalah, justru tantangan yang diterima dari istri AS.

“Istri AS bilang ‘masalah sudah selesai dan sudah dipensiunkan dini kok masih diungkit. Kalau mau dilaporkan ke polisi, akan kami ikuti sampai mana’. Itu kan nantang namanya,” kata Munir mengikuti ucapan istri AS, saat dikonfirmasi MVoice melalui sambungan telepon, Kamis (10/11).

Penyesalan Munir bukan hanya pada nada tantangan dari istri AS, di rumah AS ditemukan satu lemari yang penuh dengan pajangan berupa botol minuman keras impor aneka merek.

“Masak yang seperti itu mencerminkan pendidik? Rumahnya penuh dengan pajangan minuman keras lho,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang, Iptu Sutiyo, mengatakan, mereka sudah menerima laporan pencabulan ini.

“Saat ini masih kami dalami. Jarak waktu antara kejadian dengan laporan cukup lama. Maka dari itu keterangan masih kami kumpulkan,” beber dia.

Dia mengatakan, Jumat (11/11), rencananya Kecil akan dipanggil untuk dimintai keterangan.