Tiga Siswa SMP di Batu Dikeroyok Pemuda Mabuk

0
357
Korban pengeroyokan pemuda mabuk di Kota Batu saat ditemani orang tuanya.(miski)
Korban pengeroyokan pemuda mabuk di Kota Batu saat ditemani orang tuanya.(miski)

MALANGVOICE – Tiga siswa kelas VIII SMP Raden Patah, Kota Batu, dikeroyok pemuda mabuk di Jalan Mawar Merah Gang Raden Patah, Jumat (2/12) sekitar pukul 00.00 dini hari.

Tiga siswa tersebut yakni Bayu Fitrah Kurniawan, M Ghozin dan M Aidul Andika. Bayu paling banyak menjadi sasaran pemukulan 5-6 pemuda yang mabuk.

Orang tua Bayu, Adam Malik, mengatakan, anaknya mengalami lebam di bagian kepala dan sebagian tubuhnya. Sedangkan teman Bayu, Andika mengalami luka lebam di wajahnya dan Ghozi merasa sakit di bagian kepala.

Semula, Bayu bersama teman-temannya mengikuti gladi bersih tari kolosal di Stadion Brantas. Usai gladi bersih mereka lantas pulang dengan menaiki mobil sekolah.

Sesampainya di sekolah pukul 11.30, Bayu bersama kedua temannya mengantar teman lainnya, Wildan dengan berjalan kaki. Setelah sampai di gang rumah Wildan, Bayu bersama dua temannya kemudian bergegas pulang.

Dengan spontan Wildan mengucapkan terima kasih disertai nada agak keras.

“Teman anak saya yang teriak bilang terima kasih, tapi anak saya dan dua temannya dituduh berteriak oleh pemuda-pemuda yang kebetulan mabuk, sehingga pemukulan terjadi. Bayu dikeroyok beberapa pemuda, sedangkan Andika berhasil teriak minta tolong. Saat itu ada beberapa pemuda di sekitar dan mendatangi TKP, sehingga para pemuda mabuk melarikan diri,” kata dia, saat ditemui di kediamannya, Jumat (2/12).

Setelah dikeroyok pemuda yang bau alkohol, Bayu pulang ke rumah. Tiba di rumah ia mengeluh sakit dan menceritakan yang baru dialami.

“Sakit semua badan dan kepala pak. Habis dipukuli orang mabuk,” ungkapnya.

Adam kemudian mengajak anaknya mendatangi lokasi pengeroyokan. Namun di lokasi masih terlihat banyak pemuda, sehingga ia memilih melapor ke Polsek Bumiaji.

Karena Desa Sidomulyo masuk wilayah Polsek Batu, akhirnya diarahkan melapor ke Polsek Batu.

“Saya bersama anak dan aparat mendatangi TKP, tapi hanya tersisa satu orang. Ia ikut pesta Miras tapi tidak ikut memukuli Bayu dan temannya,” jelasnya.

Adam diarahkan melapor ke Unit PPA Polres batu. Setelah itu ia mengantar anaknya visum di Rumah Sakit Hasta Brata, ditemani Polisi.

Sedangkan dua temannya baru mendatangi Polres Batu, Jumat (2/12), pagi, ditemani guru sekolah.

“Meski kondisi anak saya tidak terlalu parah, tapi kejadian ini harus diusut sampai tuntas dengan hukum yang berlaku. Kami sudah laporan resmi ke Polres,” papar dia.

Sementara, korban pengeroyokan, Bayu mengaku masih terasa sakit di kepala dan sebagian badannya.

Sebelum melakukan pengeroyokan, pemuda yang diduga mabuk di lantai dua itu sempat berteriak padanya dan dua temannya.

“Mereka bilang, Hei le, tak antemi ta. Kami kira bercanda, tidak tahunya kami dikejar dan dipukuli,” akunya.