Tak Hasilkan Limbah, PT Indana Justru Bantu Warga Berwirausaha

0
4
Steven mengajak MVoice ke gudang pabrik
Steven mengajak MVoice ke gudang pabrik

MALANGVOICE – Pabrik cat asli Kota Malang, PT Inti Daya Guna Aneka Warna (Indana), mampu menghasilkan 4-6 ton cat dalam sehari. Tentu saja, dengan produksi sebanyak itu, pasti berisiko tidak habis dan harus menyimpan di gudang. Jika terlalu lama disimpan jadi kedaluarsa dan harus dibuang. Otomatis limbah akan mencemari lingkungan.

Cat kuncrit ini jumlahnya ribuan
Cat kuncrit ini jumlahnya ribuan

Sebaliknya, PT Indana kreatif memanfaatkan sisa cat yang tak terjual dengan mengolahnya kembali menjadi cat ekonomis dan menjualnya kepada karyawan.

“Cat bekas itu kami olah lagi dan kami campuri obat agar tidak bau. Selanjutnya kami jual ke sebagian karyawan disini. Lha akhirnya laku,” kata Wakil Direktur PT Indana, Steven Antonius S, kepada MVoice.

Cat yang sudah diolah itu pun dijual dalam bentuk cat kuncrit. Lebih ekonomis, karena hanya diwadahi dalam plastik, tidak dalam kaleng atau tong. Kualitasnya juga relatif bagus.

“Karyawan kami sebagian besar kan warga sekitar pabrik (Jalan Laksda Adi Sucipto Kota Malang). Kalau mbak lihat ada warga yang menjual cat di pinggiran jalan dalam bentuk cat kuncrit, nah itu dari sini catnya,” katanya.

Cat kuncrit di gudang
Cat kuncrit di gudang

Steven juga menambahkan, niat awal PT Indana memproduksi cat kuncrit hanya untuk mengosongkan gudang saja. Setelah gudang kosong, PT Indana tidak memproduksi cat kuncrit.

“Saat kami memutuskan tidak membuat cat kuncrit lagi, ternyata warga malah protes, karena selama ini jualan cat kuncrit sudah jadi mata pencaharian mereka. Ya sudah, akhirnya kami buatkan cat kuncrit khusus berkualitas biasa, dengan harga ekonomis. Dan ternyata laku keras. Lagi pula kami tidak mengeluarkan biaya distribusi untuk ini, warga ambil sendiri di pabrik,” katanya.

Steven mengaku sempat kaget, karena warga mampu menjualnya hingga ke Kepanjen, Pakis, bahkan Madura. Apalagi saat bulan Ramadhan, cat kuncrit laku keras karena masyarakat banyak membelinya untik mengecat rumah.

“Cat kuncrit ini hanya diproduksi disini. Tidak ada ditempat lain. Jadi PT Indana tidak membuang cat sama sekali, dan warga juga diuntungkan dari berjualan cat ini,” katanya.