Soal Penari Busana Minim, Pemkot Desak Penyelenggara Minta Maaf pada Warga Batu

0
118
Sekretaris Daerah, Widodo, bersama perwakilan pengurus MUI Kota Batu.(Miski)

MALANGVOICE – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batu mendatangi Kantor Balai Kota Among Tani. Mereka menyerahkan surat permohonan tidak lagi mengizinkan acara bernuansa pornografi di wilayah Kota Batu. Surat itu diterima Sekretatis Daerah, Selasa (6/9).

Surat itu juga disampaikan ke Polres Batu, DPRD, penyelenggara, serta Ormas Islam se Kota Batu.

“Pak Sekda juga tidak tahu, dan ikut menyayangkan acara tersebut,” kata Ketua 2 MUI, KH Ali Rohim Zamzami, beberapa menit lalu.

Baca juga: MUI sayangkan acara nobar motogp hadirkan penari wanita berpakaian minim

                      Soal penari wanita berpakaian minim, Dewas sebut Kontrol Pemkot Batu Lemah

Menurutnya, acara yang menampilkan penari wanita berpakaian minim tidak pantas dipertontonkan. Patut diketahui, Kota Batu bukan seperti kota-kota besar pada umumnya. Apalagi mayoritas penduduknya beragama Islam.

Surat dari MUI Kota Batu terkait acara nobar diselingi penari wanita berpakaian minim.(Miski)
Surat dari MUI Kota Batu terkait acara nobar diselingi penari wanita berpakaian minim.(Miski)

“Ini berbanding terbalik dengan tekad kami, yakni menjadikan Kota Batu sebagai destinasi wisata halal,” jelas dia.

Sementara Sekretaris Daerah, Widodo, menyatakan, surat dari penyelenggara masuk ke pemerintah tertanggal 8 Agustus. Izin diberikan oleh Kepala UPT Balai Kota Among Tani.

Pemerintah turut menyayangkan kegiatan Nonton Bareng MotoGP yang diselingi penari wanita berpakaian minim. Hal itu jelas mengandung pornografi dan pornoaksi.

“Hanya izin peminjaman tempat saja, tidak tercantum jadwal dan rangkaian acaranya,” kata dia.

Pihaknya telah menghubungi penyelenggara, dalam hal ini pihak Trans7. Penyelenggara mengaku salah dan segera meminta maaf.

“Sudah dihubungi sama Kabag Humas, menyampaikan protes MUI dan pemerintah merasa tercoreng. Kami juga meminta penyelenggara segera meminta maaf kepada warga Batu,” paparnya.

Widodo berjanji kejadian tersebut tidak terulang kembali. Ia akan segera memanggil dan merapatkan masalah ini dengan bawahannya.