Siswa SD di Kampung 3G Menanam Sawi dengan Media Sepatu Bekas

0
49
Ragil Arifin yang Menanam di Sepatu Bekas

MALANGVOICE – Lahan sempit bukan menjadi alasan warga untuk melakukan aksi menanam tumbuhan. Kreasi dan inovasi menjadi kata kunci solusi untuk merealisasikan penghijauan.

Salah satu kader cilik lingkungan dari Kampung Glintung Go Green (3G) terbilang sangat kreatif dalam menanam di lahan yang sempit. Siswa kelas VI SDN Purwantoro 6 ini memberi gagasan menanam tumbuhan di sepatu bekas.

“Memiliki kesenangan tanaman karena terpengaruh sang ayah. Ide menggunakan sepatu bekas sebagai media menanam berawal dari seringnya membantu menyirami tanaman akhirnya menjadi hoby hingga saat ini,” kata Ragil.

utapes2

Kreativitas Ragil yang tinggal di RT.3 RW 23 kelurahan Purwantoro ini ditunjukkan dengan menanam sawi dengan menggunakan sepatu bekas.

Pada saat banyak pengunjung yang datang dan ingin membelinya, Ragil dengan malu malu menjawab, bahwa tanaman sawi di sepatu bekas ini tidak dijual, karena kalau dijual, dia akan kesulitan mendapatkan sepatu bekas lagi.

Sepatu bekas yang ditanami sawi ini adalah sepatu bekas milik Ragil yang sudah tidak dipakai.

Sebaliknya Ragil mau menjualnya asal ditukar dengan sepatu bekas yang lain. Ayah Ragil, Nono mengatakan, setiap hari sebelum sekolah dan sepulang dari sekolah, Ragil selalu merawat tanaman yang ada di lingkungannya

Menanggapi hal ini, inisiator Kampung 3G Bambang Irianto mengatakan bahwa Ragil merupakan contoh pentingnya menyiapkan kaderisiasi lingkungan sejak usia dini.

utapes3

Mengelola lingkungan bukan hanya milik orang dewasa, melainkan harus diajarkan sejak kecil agar tertanam rasa peduli sebagai generasi penerus bangsa.

Bambang Irianto merasa bangga bahwa di lingkungan kampung 3G sudah terjadi transformasi gagasan, apa lagi dengan kreativitasnya menanam sawi dengan sepatu bekas.

“Artinya, bahwa penghijauan tidak harus dengan yang mahal. Apa saja bisa dipergunakan asal kita mau,” ucap Bambang.

Ia menambahkan, jikalau menanam aneka sayur, cabai, kemangi dan lain lain dapat dilakukan oleh warga kota, maka ini bisa menekan inflasi, karena warga dapat memenuhi kebutuhan pangannya tanpa harus beli.

“Semangat kemandirian inilah yang terus perlu dikembangkan agar ke depan kita bisa menjadi bangsa yang mandiri,” tandasnya.