Serunya Jungle Tracking ke Coban Songgo Langit dan Songgo Bumi

0
325

MALANGVOICE – Berlibur ke wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dengan destinasi Bromo atau Semeru mungkin sudah jamak di kalangan wisatawan. Padahal selain dua lokasi tersebut, TNBTS juga memiliki banyak destinasi keindahan alam lain yang menarik, salah satunya Coban Songgo Bumi dan Songgo Langit.

Dua air terjun ini berada di Dusun Krajan, Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Bagi para traveler yang hobi berpetualang, dua coban ini layak menjadi jujugan karena menawarkan perjalanan hutan yang menantang.

dinding tebing berbatuan memungkinkan untuk dipanjat (fia)
dinding tebing berbatuan memungkinkan untuk dipanjat (fia)
Untuk menuju dua coban itu, traveler harus menempuh perjalanan kaki dari Desa Taji sekitar 2.5 jam. Medan yang dilalui cukup beragam, mulai dari jalan setapak yang rata, tanjakan, turunan, hingga sesekali harus membuka jalur dan repling dengan memanfaatkan rotan karena kemiringan medan bisa mencapai 75 derajat.

Coban pertama yang dituju adalah Songgo Langit yang berarti penyangga langit. Dinamakan demikian karena posisinya lebih tinggi dari Songgo bumi. Songgo Langit memiliki ketinggian sekitar 60 hingga 70 meter. Air yang meluncur ke bawah diantara bebatuan berasal dari sumber sehingga sangat layak untuk diminum langsung.

Destinasi selanjutnya adalah Songgo Bumi yang berarti penyangga bumi. Coban dengan ketinggian sekitar 80 hingga 90 meter ini juga berasal dari sumber mata air. Memiliki ruang terbuka yang cukup luas sehingga memungkinkan untuk traveler berfoto ria.

Coban Songgo Bumi sendiri memiliki pemandangan yang menakjubkan. Berada di tengah hutan yang dikelilingi batu padas dan pepohonan membuat traveler betah berlama-lama menikmati kesegarannya.

Volume air yang jatuh tidak terlalu besar. Pada dinding tebing, terdapat bebatuan tak rata yang memecah air sehingga air tidak langsung menghantam ke tanah. Bebatuan tak rata tersebut sangat mungkin untuk dipanjat. Hanya saja, harus berhati-hati karena licin.

Sebagai objek wisata alam yang masih sangat alami, traveler yang berkunjung ke lokasi tersebut diwajibkan memakain guide dari warga lokal. Selain itu, sebelum berangkat, traveler harus membawa trash bag untuk membawa kembali sampah agar tidak mengotori kedua coban tersebut.

“Dilarang buang sampah. Segala bentuk sampah harus dibawa kembali. Alam sudah menyajikan keindahannya kepada kita. Dari situ, kita bisa refreshing, menyegarkan otak kembali setelah penat beraktifitas. Apa tega kemudian mengotori alam yang sudah baik sama kita?” ucap Wagio, warga lokal yang memandu MVoice.