Risqi Ramadhani, Mendulang Rupiah dari Bisnis Clothing

0
27

MALANGVOICE – Bisnis clothing memiliki daya pikat sendiri di masyarakat.Peluang pasar clothing masih tinggi, tak heran jika banyak mahasiswa memulai bisnis ini.

Rizki Ramadhani%0A%0ABisnis Clothing 2Sebut saja Rizqi Ramadhani. Mahasiswa jurusan manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang kini memiliki usaha clothing yang ia beri nama Landscape Clothing Convection.

Rizqi, begitu ia akrab disapa, mengawali bisnis dari hobinya mendesain gambar kaos dan poster event di sekolahnya, ketika SMA. Hasil yang memuaskan dan respon baik teman-temannya, memotivasi Rizqi bereksplorasi bisnis clothing di sekolahnya.

Kala itu ia berangkat dari tukang desain, reseller dan dropshipper. Di bangku kuliah, ia mulai menjadi freelancer desain grafis di bisnis clothing milik temannya. Dari situ Rizqi merasakan permintaan untuk mendesain kaos mulai meningkat.

Tapi dalam hatinya berkata, menjadi freelancer desain grafis saja tak cukup. Di sisi lain ia ingin lepas dari beban hidup orangtuanya dalam membiaya kuliah. Rizqi pun bertekad hidup mandiri mencari biaya tambahan kuliah.

Ia memutuskan serius dengan bisnis clothing yang dinamakan Landscape Clothing Convection. Ia mengawali dengan dibantu 6 konveksi di Malang dengan basic berbeda. Masing-masing punya tugas, supplier kain, menjahit, potong kain, sablon, dan packaging. Dengan begitu ia mendapat harga yang bersaing.

Bisnis Clothing RizqiDari modal yang terkumpul, perlahan Risqi membeli peralatan produksi, dan mengajak teman-temannya bergabung di work shopnya di Jalan Ranugrati Kuntabasworo no 29 A, Malang.

Bisnis clothing mulai berkembang dan mengharuskan Rizqi membuka kantor pemasaran di Lombok, Mojokerto, dan Malang. Hasilnya, dalam waktu satu setengah tahu ia mendulang omzet puluhan juta rupiah.

Menurutnya, bisnis clothing yang dijaga adalah kualitas dan pemasaran. “Bila owner menjaga kualitas produk dan pelayanannya, pasti bisnis akan terus meningkat. Apalagi, baju itu termasuk bahan pokok. Bisnis ini tak akan ada matinya asal pemasarannya juga bagus,” jelasnya.-