Pelaku Seni dan Budaya Wacanakan Revitalisasi dan Amandemen AD/ART

1
131

MALANGVOICE – Kondisi Dewan Kesenian Malang (DKM) saat ini dinilai memprihatinkan, hingga membuat sejumlah pelaku seni dan budaya tergerak untuk membenahinya. Isu revitalisasi dan amandemen AD/ART pun mengemuka. Mereka ingin DKM bisa segera aktif sebagaimana mestinya.

Minggu kemarin, sejumlah pelaku seni dan budaya, antara lain M Dwi Cahyono (Budayawan, Sejarawan), Johny Suhermanto (Sekjen DKM), Abdul Malik (Budayawan), Dengkek Darmanto (Seniman Budayawan), Dandhung Prasetyo (Art Gallery Semeru), Farid Widya I (Pengamat Budaya), M Sinwan (Teater), Yusup Thaha (Film & Komunikasi), serta Yono D, menggelar diskusi untuk membantu memecahkan DKM, di MVoice Building.

Beberapa masalah, seperti mundurnya sejumlah pengurus DKM, perbedaan interpretasi ihwal keberadaan DKM di kalangan seniman, budayawan, dan birokrasi mengenai posisi dan fungsi DKM, dan AD/ART yang sudah tidak sesuai kebutuhan zaman serta tidak akomodatif lagi untuk landasan keberadaan DKM, menjadi alasan utama gagasan revitalisasi.

Selama beberapa jam menggelar diskusi, akhirnya disepakati untuk menyelesaikan permasalahan internal dan eksternal yang membelenggu langkah DKM dalam upaya menjadikan DKM sebagai organisasi yang benar-benar menaungi seniman dan memajukan kehidupan berkesenian di Kota Malang, serta membantu dan mengawal kepengurusan DKM untuk berbenah.

Pada kesempatan itu Dwi Cahyono mengatakan, revitalisasi DKM harus segera dilakukan, dan langkah pertama adalah menjalankan amandemen AD/ART DKM, karena semua progres kegiatan ke depan harus berlandaskan AD/ART, demi memajukan seni di Kota Malang.

“Saya sepakat amandemen AD/ART segera dilakukan. Kalau tidak sekarang, kapan lagi. Nanti ke depan kita kawal dan bantu memikirkan konsepnya, programnya. Pokoknya kami siap untuk itu,” katanya penuh semangat.

Senada dengan itu, Dandhung Prasetyo, juga mendukung niat baik memperbaiki DKM. Menurutnya, teman-teman seniman muda di Malang sebenarnya sudah resah, karena beberapa kali usaha untuk memperbaiki DKM, tak ada kejelasan ujung pangkalnya.

“Semoga yang dilakukan teman-teman untuk apa yang namanya revitalisasi atau apapun istilahnya, bisa konkret dan ada aksinya yang jelas. Memang amandemen AD/ART harus dituntaskan dulu,” sambungnya.

Dari hasil diskusi itu, Sekjen DKM, Johny Suhermanto, menyatakan siap melaksanakan pleno pengurus untuk persiapan pramusyawarah dan musyawarah luar biasa pada November 2015 ini. Sekjen DKM selanjutnya mengagendakan musyawarah luar biasa untuk amandemen AD/ART pada Desember mendatang.

“Kami akui, DKM lemah sekali secara organisasi saat ini. Komunikasi antar pengurus juga macet. Saya senang sekali dibantu menata DKM ke depan. Saya akan realisasikan rekomendasi dari diskusi ini, karena memang sudah waktunya,” harapnya.