Jelang Pilwali 2018 Kota Malang

Pastikan Tak Buka Penjaringan, Golkar Mantap Usung Sofyan Edy Jarwoko

Partai Golkar bulat mengusung Sofyan Edy Jarwoko untuk maju dalam Pilwali 2018 Kota Malang. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – DPD Partai Golkar Kota Malang dipastikan tidak akan melaksanakan penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota. Partai berlambang beringin ini bulat mengusung Sofyan Edy Jarwoko pada Pilwali 2018 mendatang.

Hanya saja, secara resmi rekomendasi terkait hal ini belum diturunkan DPP kepada sang Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang itu. Meski begitu, wacana tersebut sudah mencuat dari dorongan kader internal yang begitu kuat.

Dalam beberapa kegiatan Golkar, gambar pria yang akrab disapa Bung Edy itu bahkan telah disandingkan dengan calon petahana, Moch Anton. Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Cendekiawan DPD Golkar Kota Malang, Nurmala, menjelaskan, sejak awal para kader sudah banyak menyuarakan agar Bung Edy kembali maju.

Pada gelaran Pilwali sebelumnya, Edy sempat mencalonkan diri sebagai calon wakil wali kota malang, berpasangan dengan Heri Pudji Utami. “Untuk tahun ini ada kesan Partai Golkar adem ayem ketika banyak partai membuka penjaringan atau kalau dulu disebut konvensi. Ini kesan keliru. Memang kami tidak melakukan konvensi. Bung Edy adalah kader terbaik, kami sepakat mengusung beliau,” tandasnya.

Terkait gambar Edy yang disandingkan dengan Anton, dia menjelaskan, beberapa waktu lalu memang sempat mengemuka wacana Edy didorong mengisi persaingan kursi N2, mendampingi Anton yang berupaya mempertahankan kursi N1. Namun, seiring berjalannya waktu, spekulasi itu goyah.

“Partai Golkar saat itu jadi yang pertama berkomunikasi dengan PKB. Tetapi yang terjadi akhir-akhir ini, peta politik berubah,” tandasnya.

Sementara itu, Bung Edy tidak menampik dirinya sempat didorong mendampingi Anton. “Aspirasi kader mengusung saya. Sempat didorong bersama Abah Anton, tapi setelah kejadian kemarin ada KPK ke Malang, ada perubahan konstelasi politik, sehingga kami perlu tanyakan lagi kepada kader dan masyarakat,” tandasnya.

Di sisi lain, Golkar tengah gencar memperkuat konsolidasi kelembagaan dan kader. Dengan begitu, dia menampik Golkar tanpa persiapan jelang Pilwali.

“Kami juga menjalin komunikasi dengan partai lain, namun belum sampai tahap koalisi,” pungkasnya.(Coi/Yei)