Pakar dan Stake Holder Kaji Kesiapan Operasi Tol Mapan

0
22
Suasana roundtable discussion di Hotel Swiss Belinn, Kota Malang. (Muhammad Choirul)
Suasana roundtable discussion di Hotel Swiss Belinn, Kota Malang. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Sejumlah pakar dan stake holder terkait berkumpul membahas kesiapan Kota Malang jelang beroperasinya Tol Malang-Pandaan (Mapan). Melalui roundtable discussion, para peserta bergantian memaparkan analisa masing-masing di Hotel Swiss Belinn, Rabu (26/10).

Pakar transportasi Universitas Brawijaya (UB), Ir Achmad Wicaksono M Eng PhD, mencoba memetakan kemungkinan arus lalu lintas di kawasan pintu keluar tol. Beberapa titik yang direncanakan sebagai venue pintu keluar, perlu mendapat perhatian.

Pakar transportasi Universitas Brawijaya, Achmad Wicaksono M Eng PhD
Pakar transportasi Universitas Brawijaya, Achmad Wicaksono M Eng PhD

“Kalau belum ada pelebaran ruas jalan, tentu akan terjadi kemacetan. Karena itu dalam diskusi ini perlu dibahas bersama stake holder se-Malang Raya dan Jawa Timur untuk mengantisipasi permasalahan di kemudian hari,” ungkap Sony, sapaan akrabnya.

Saat ini, kendala yang belum juga rampung yakni terkait pembebasan lahan di wilayah Madyopuro. Sony menilai, jika Pemkot Malang belum sanggup menuntaskan perihal tersebut, bisa diantisipasi dengan alternatif lain.

“Mungkin ada pertimbangan lain, misalnya pintu tol dialihkan. Kami sendiri melihatnya, jika tidak ada pelebaran jalan di akses keluar tol, pasti kemacetan terjadi,” paparnya.

Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) UB itu menyebut, sejumlah alternatif yang bisa dipakai sebagai pintu tol, yakni kawasan Muharto. Jalan itu nantinya bisa diteruskan menuju Kepanjen, Kabupaten Malang, melalui Jalan Mayjen Sungkono.

“Kalau ke arah Batu nanti dikeluarkan di Karanglo. Pertigaan itu nantinya jadi perempatan. Yang jelas sebagai akademisi kami menyarankan, jangan sampai ada kejadian seperti yang di Tol Brebes dulu. Fungsi tol adalah mengurai kemacetan, bukan sebaliknya,” pungkasnya.