Membaca Senyap, Program Tingkatkan Budaya Membaca

0
95
Para guru dan fasilitator yang membaca senyap. (deny)

MALANGVOICE – Buruknya minat baca di kalangan pelajar saat ini membuat Usaid Jatim fokus mengembangkan program budaya baca.

Dengan mengundang seluruh mitra sekolah Kohor 3, para fasilitator dan guru mendapat beberapa materi mengenai budaya membaca. Salah satu materi adalah penempatan sudut baca.

Koordinator Usaid, Silvana Erina, mengatakan, sudut baca bisa berfungsi sebagai cara yang efektif untuk meningkatkan kebiasaan membaca dan keterampilan mencari informasi.

“Banyak kenyataan di sekolah, bahwa penggunaan perpustakan belum maksimal. Banyak cara lain yang bisa digunakan, salah satunya membuat pameran, dan menempatkan sudut baca,” katanya, beberapa menit lalu, di sela pelatihan di Hotel Santika.

Dari program itu, salah satu yang berhasil menerapkan budaya membaca adalah SDN Mojokarang, Mojokerto. Dipimpin Watiyah, murid di sekolahnya kini mampu menjadikan membaca sebagai kebiasaan.

“Kami wajibkan tiap pagi untuk membaca sekitar 45 menit. Setelah itu merangkum apa yang sudah dibaca,” jelas Watiyah.

Kini, seluruh fasilitator termasuk dari Kota Batu, mempelajari membaca senyap, seperti yang dilakukan SDN Mojokarang. Di dalam ruangan, mereka harus membaca tanpa mengeluarkan suara apapun, atau yang lebih dikenal dengan membaca senyap.

“Membaca senyap bisa melatih konsentrasi dan ingatan seseorang. Saya harap, ilmu ini bisa diterapkan di manapun, demi budaya membaca,” harapnya.