Mbois Rek! KKN 89 UMM Latih Warga Manfaatkan Limbah Jerami

0
18

MALANGVOICE – KKN kelompok 89 Universitas Muhammadiyah Malang menggelar pelatihan pemanfaatan limbah jerami menjadi kompos di Desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto

Hal yang melatarbelakangi diadakannya program kerja ini adalah banyaknya jerami yang tidak dimanfaatkan di desa tersebut.

Penyampaian materi di rumah Kepala Dusun oleh anggota kelompok KKN 89
Penyampaian materi di rumah Kepala Dusun oleh anggota kelompok KKN 89
Umumnya, masyarakat membakar jerami hasil panen padi atau membiarkannya begitu saja hingga lapuk di pekarangan rumah atau di lahan persawahan. Padahal, jerami yang dibakar akan banyak merugikan.

Di samping menimbulkan polusi udara, pembakaran jerami juga akan berdampak pada kesuburan tanah. Sedangkan jerami yang dibiarkan, akan menghilangkan potensi yang terdapat dalam jerami itu sendiri.

Potensi panen jerami 1,4 kali dari hasil panen padi sehingga jika panen padi 8 ton gabah akan diperoleh jerami sebanyak 11,2 ton. Jika setahun panen padi dua kali potensi jerami ada 22,4 ton, jika selama 10 tahun, 2.240 ton jerami.

Praktek langsung bersama warga sekitar
Praktek langsung bersama warga sekitar
Selain itu, unsur hara seperti N, P, K juga cukup tinggi. Sayang sekali apabila jerami itu hanya dibakar atau dibiarkan. KKN 89 UMM berinisiatif untuk mengolah jerami tersebut menjadi pupuk kompos.

Workshop pembuatan pupuk kompos jerami dilakukan sebanyak dua kali. Yang pertama di Dusun Sumberejo pada tanggal 7 Agustus 2016, diikuti oleh 8 orang perwakilan kelompok tani. Sedangkan, hari kedua tanggal 8 Agustus 2016 diikuti kurang lebih 50 orang petani.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi dengan powerpoint . Setelah itu, dilanjut dengan praktik sambil berdiskusi.

Antusiasme warga cukup besar karena mereka baru tahu wawasan mengolah jerami.

“Acara ini sangat bermanfaat. Kini warga banyak yang tau cara membuat pupuk kompos dari bahan-bahan yang murah, bahkan dari bahan yang kebanyakan dikira sampah atau limbah,” kata salah satu mahasiswa KKN, Lailatul Muawanah.

Harapannya, nilai guna jerami hasil panen semakin meningkat. Disamping itu, kerusakan lingkungan oleh pembakaran jerami juga dapat diminimalisir.