Mbois….,Kholidun Beri Contoh Tumbuhkan Budaya Baca

0
80
Kholidun memamerkan buku terbitan sekolahnya. (deny)

MALANGVOICE – Mungkin langkah Kepala Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Sabilillah (MIUS), Kabupaten Lamongan, bisa ditiru para kepala sekolah lainnya yang ada di Kota Malang.

Demi mewujudkan budaya membaca di lingkungan sekolahnya, M Kholidun, membuat beragam inovasi. Yang pertama dia lakukan adalah menyulap selasar sekolah menjadi teras baca yang menarik untuk siswa membaca. Kemudian ia menerapkan aturan one day one sheet (satu hari satu lembar). Siswa harus membaca buku bacaan minimal satu lembar setiap hari.

Langkah ketiga adalah membuat gerakan wakaf buku untuk para wali murid. Buku-buku bacaan di rumah yang sudah tidak terpakai atau minat membeli buku baru dapat diwakafkan ke sekolah. Langkah keempat adalah membuat gerakan MIUS menulis. Semua orang di lingkungan sekolah harus menulis cerpen baik itu siswa maupun guru.

Langkah terakhir adalah menggelar kegiatan membaca massal. Ini dilakukan setiap Jumat selama 20 menit untuk seluruh anggota sekolah mulai dari tukang kebun, siswa, guru, kepala sekolah, hingga orangtua yang mengantarkan anaknya.

Untuk menindaklanjuti hal itu pria Lamongan yang akrab dipanggil Kholid, mengeluarkan Surat Keputusan (SK) demi mewujudkan budaya baca di sekolah yang dipimpinnya.

“Program itu sebenarnya berawal dari kegemaran saya membaca. Kemudian mendapat teknik membaca yang baik dari USAID Prioritas Jawa Timur, sehingga dapat menjadi budaya yang baik,” tuturnya di sela pelatihan di Malang.

Lebih lanjut pria yang memimpin MUIS sejak awal tahun pendirian 2008 lalu itupun menambahkan, dari SK yang dikeluarkan membuahkan hasil dengan terbitnya empat buku hasil karya siswa dan guru, pendirian gubug baca, dan juga wisata edukasi.

Pria 51 tahun itupun mengatakan kesuksesan budaya baca pada 631 siswanya tidak terlepas dari dukungan serta kerja sama pihak paguyuban orangtua dan komite sekolah. MUIS pun juga berupaya membuka kerja sama dengan pihak perusahaan lain yang ada di Lamongan.