Mbois, Kelompok KKN 110 UMM Sosialisasikan Manfaat Daun Kelor

0
101
KKN 110

MALANGVOICE – Kelompok kuliah kerja nyata 110 Universitas Muhammadiyah Malang berhasil mengubah cara pandang warga Desa Plandi, Kecamatan Wonisari, Kabupaten Malang tentang daun kelor.

Dunia tidak selebar daun kelor menjadi kalimat yang sering sekali di dengar oleh kebanyakan orang. Daun kelor disebut juga tumbuhan kehidupan. Hal-hal mistis sering dilekatkan pada tumbuhan ini sehingga orang-orang jarang memanfaatkannya. Akan tetapi, cara pandang tersebut diubah oleh mahasiswa KKN.

KKN 110 UMM mengubah daun kelor yang mistis menjadi daun yang bisa dikonsumsi. Ungkapan dunia tidak selebar daun kelor tersebut mereka ubah menjadi ‘manfaat daun kelor selebar dunia’. Ungkapan tersebut mereka usung melalui sosialisasi dengan tema Kewirausahaan Berbasis Alam pada kamis, 4 Agustus kemarin di balai Desa Plandi.

“Tujuan sosialisasi ini untuk memajukan perekonomian Desa Plandi dengan memanfaatkan bahan alam yang mungkin warga di sini belum mengetahui manfaatnya. Diadakan penyuluhan ini agar warga mendapatkan pengetahuan baru yang dapat memanfaatkan daun tersebut menjadi suatu nilai jual yang tinggi,” ungkap Fiqri Abdillah, ketua pelaksana sosialisasi tersebut.
>
> Pengolahan daun kelor menjadi teh dan minuman instan mendapatkan respon positif oleh warga karena kini mereka mengetahui proses pembuatan dan bisa memanfaatkan daun kelor yang ada di sekitar mereka. Mereka bahkan dengan antusias ingin diberikan pembelajaran lebih lagi tentang daun kelor tersebut.

“Dari dulu daun kelor itu sudah dikenal, tapi nutrisi dan cara pengolahannya yang belum tau . Sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi warga Desa Plandi. Keinginan saya ingin mengajak warga sekitar untuk menamam kelor karena dulu disini banyak tetapi sekarang sudah banyak ditebangi oleh warga,” ungkap Sulistimiati, perwakilan PKK Desa Plandi.

Perlu diketahui, daun kelor memiliki kandungan yang sangat tinggi, salah satunya vitamin A yang baik untuk kesehatan mata. Bahkan daun kelor bisa menjadi pengganti ASI bagi wanita hamil. Selain daun kelor, mereka juga melakukan sosialisasi pada ubi yang bisa dibuat menjadi tepung. Harapannya, wawasan itu bisa membantu membuka lapangan pekerjaan bagi warga desa sekitarnya.