Mahasiswi Australia Paparkan Wisata Sendang Biru dan Ratifikasi Tembakau

0
63
Sally Swinnen saat memaparkan hasil riset. (istimewa)

MALANGVOICE – Dua mahasiswa asal Australia, Sally Swinnen dan Janelle Susan Falconer, yang kini tengah kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), memaparkan hasil penelitian tentang Wisata Ekologis Sendang Biru dan Pengaruh Ratifikasi Tembakau.

Selama ini mereka mengikuti program Australian Consortium for ‘In-Country’ Indonesian Studies (ACICIS) ini, dan kini menyampaikan hasil risetnya.

Janelle mengeksplorasi praktik pariwisata serta menilai tingkat implementasi prinsip-prinsip pembangunan pariwisata berkelanjutan secara ekologis di kawasan Sendang Biru, Kabupaten Malang.

“Tujuan penelitian ini untuk menilai, apakah masyarakat pesisir Sendang Biru menerapkan inisiatif lokal menuju pembangunan pariwisata berkelanjutan, dan jika sudah dilakukan, sejauh mana pelaksanaannya,” jelas Janelle, dalam siaran pers yang diterima MVoice.

Dalam waktu tiga bulan melakukan riset, Janelle menemukan upaya masyarakat lokal terhadap pariwisata berkelanjutan secara ekologis dalam komunitas Sendang Biru.

“Terutama inisiatif yang sedang dilakukan kelompok konservasi bakau lokal yang menjadi pemicu bagi pengembangan ekowisata lokal,” imbuhnya.

Sedangkan, Sally, yang meneliti petani tembakau di Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, menyampaikan penelitian terkait persepsi petani dan industri tembakau terhadap konvensi kerangka kerja pengendalian tembakau.

Sally mengatakan, banyak petani yang masih khawatir apabila Indonesia meratifikasi konvensi ini. “Dari perspektif ekonomi, petani tembakau khawatir apabila Indonesia meratifikasi konvensi itu, karena sejak 1970-an tembakau menjadi komoditi utama mereka dalam mencari nafkah. Ibaratnya, daun tembakau ini adalah ‘daun emas’,” timpal bule cantik itu.

Sementara Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Dr Asep Nurjaman, berharap, selesainya penelitian mereka di Indonesia bukan berarti hubungan antar kedua negara juga selesai. “Ini menjadi titik awal hubungan kekeluargaan antar dua negara. Dari segi apapun semoga bisa berlanjut,” harapnya.