Mahasiswa UM Ingin ‘Ketuk Roso’ lewat Pamer Lukisan di Galeri Raos

0
29
Pengunjung saat melihat karya lukis yang ditampilkan di Galeri Raos (fathul)
Pengunjung saat melihat karya lukis yang ditampilkan di Galeri Raos (fathul)

MALANGVOICE – Tujuh Mahasiswa Manajemen Seni Lukis, Program Pendidikan Seni Rupa, Universitas Negeri Malang, menggelar International Art Exhibition di Galeri Raos Kota Batu dengan menggandeng banyak seniman, salah satunya dari Bulgaria.

Ada 34 karya lukis yang disajikan dengan apik di dalam galeri. Puluhan lukisan ini memiliki tema dan konsep beragam, yang sengaja dirangkai untuk ‘ketuk roso’ penikmat seni yang melihatnya. Jika dilihat, memang banyak sekali karya yang bisa membuat kita ingin berada di sana lebih lama.

Salah satu lukisan yang berani, dihasilkan oleh Bitari Saskia Ererra Avrodita berjudul Womans Bed. Lukisan yang ia buat di tahun 2016 itu menggambarkan sosok perempuan tanpa busana sedang memeluk bantal di atas ranjang. Warna-warni latar belakang dan latar depan yang ia tampilkan menunjukkan sisi glamour yang membuat siapapun akan kepincut.

Satu lagi, pelukis yang menggunakan nama Ererra itu mendobrak tradisi dengan memajang lukisan berjudul Woman and Cigarettes. Dengan apik, Ererra menampilkan 3 perempuan yang tengah asyik merokok.

“Seluruh lukisan saya tema besarnya adalah perempuan, saya ingin mengungkap sisi-sisi kenyataan perempuan yang ditutup-tutupi. Prostitute, kemudian perempuan yang merokok, pasti dianggap amoral dan kurang baik oleh lingkungannya,” jelas Ererra kepada MVoice.

Terkait dengan pameran lukisan ini, Ererra yang juga Ketua Pelaksana itu memaparkan, ia sengaja mengundang berbagai kalangan untuk ikut serta menampilkan karyanya masing-masing. Ada dari Bulgaria, Yogyakarta, Bali, dan Kediri.

“Di dalam sini ada perwujudan berbagai ide dan konsep karya yang dijadikan satu, semuanya perwujudan garis, bentuk, warna, tekstur, dan gaya yang diharapkan mampu mengetuk rasa setiap orang,” imbuh Ererra.

Lukisan lainnya, Gejolak, dihadirkan oleh Yekti Rahmawati. Berbeda dengan Ererra, Yekti menghadirkan lukisan beraliran abstrak dengan komposisi bentuk, warna, dan coretan yang mandiri, namun tetap hendak membentuk gagasan secara utuh yang bisa ditangkap secara berbeda oleh setiap orang.

“Tanggapan masyarakat di sini cukup bagus dengan hadirnya karya-karya kami beserta teman-teman. Bahkan yang datang melihat lukisan ada yang dari Kalimantan, China, Kediri, dan masih banyak sekali,” tandas Yekti.