Mahasiswa Singapura dan Jepang Gabung UMM Bantu UKM di Batu

0
52

MALANGVOICE – Program Belajar Cepat (Learning Express, LEx) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali dimulai hari ini. Program Kuliah kerja nyata (KKN) bersama ini merupakan kegiatan sosial antar kampus antar negara yang sudah digelar UMM sejak tiga tahun lalu.

Setelah sevelumnya berhasil bekerjasama dengan Singapore Politechnic (SP) kali ini UMM memperluas jaringan dengan mengajak Kanazawa Technical College serta Kanazawa Institute of Technology, keduanya kampus Jepang. Keempat universitas ini  bersama-sama melakukan LEX di Desa Kemasan Batu dari tanggal 14 Maret sampai 24 Maret 2016 untuk membantu pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM).

Sejumlah 68 mahasiswa yang tergabung dalam program LEx ini diajari tentang Design Thinking, yakni cara berfikir untuk menyelesaikan masalah dengan cepat dan menemukan solusi yang unik dan tepat. Mahasiswa juga diajarkan untuk terjun langsung ke desa untuk mengamati permasalahan kemudian mendiskusikan tentang permasalahan dan solusi, baru kemudian membuat prototype sebagai solusi dan dipamerkan.

Perwakilan dari Kanazawa Technical College Aki Hiro Tsuda menyatakan LEx sangatlah spesial. “Dalam proses pembelajaran kedepan akan ada perbedaan pendapat, sudut pandang dan opini sehingga mahasiswa akan sangat terlatih dalam menyelesaikan permasalahan bersama,” ucapnya.

Senada dengan Tsuda, perwakilan dari SP Mario Ocampolojorca juga mengatakan bahwa program ini bisa dikatakan celebrate differences. Sebab, terdapat empat universitas yang akan digabung dan dipecah menajdi 3 kelompok yang sebelumnya belum tentu saling mengenal sehingga peserta bisa belajar tentang menghormati pendapat satu sama lain.

Asisten rektor bidang kerjasama UMM, Soeparto, menyatakan LEx adalah program yang sangat bagus untuk melatih berfikir kreatif. “Berfikir apa yang belum difikirkan oleh orang-orang pada umumnya, mahasiswa dibebaskan mengeluarkan idenya, mahasiswa akan terlatih dan punya keberanian serta tidak takut berbuat kesalahan,” ungkapnya.

Dalam LEx ini, lanjut Soeparto, yang diberikan pendidikan bukan hanya para peserta saja namun juga memberdayakan masyarakat desa. Ada setidaknya 3 unit UKM yang akan dijadikan project untuk diselesaikan permasalahannya, yakni perusahaan tahu, tanaman organik dan pemotongan ayam.

Output dari LEx adalah membuat solusi berserta prototypenya. Nantinya, produksi alat yang sesungguhnya akan dibuat di Jepang pada September. setelah diproduksi alat tersebut diberikan kepada unit ukm tersebut.