Mahasiswa FTP UB Gerakkan Remaja Wujudkan Desa Mandiri Energi

0
154
Remaja ini berkumpul mendengarkan briefing

MALANGVOICE – Lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) melaksanakan Program Oc-Cycle (Octane Cycle Concept For Independent Village), program pemanfaatan limbah organik dan anorganik menjadi produk bermanfaat. Kelima mahasiswa itu adalah Musyaroh, Singgih Mahardika, Diki Darmawan, Fajar Adi, dan Nestya Haryoko.

Remaja fokus memperhatikan selama proses briefing
Remaja fokus memperhatikan selama proses briefing

“Kami tergabung dalam tim PKM-Pengabdian Masyarakat yang mendapatkan hibah dana dari Kemenritek Dikti. Program ini diterapkan untuk mewujudkan Desa Argosari yang bebas sampah,” papar Musyaroh kepada MVoice, pagi ini.

Ia menjelaskan, Desa Argosari merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Jabung Kabupeten Malang Jawa Timur. Desa yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tersebut merupakan salah satu Desa pelaksana program sanitasi biogas oleh pemerintah.

Pada awalnya ada lebih dari 50 instalasi biogas di Desa Argosari yang menghasilkan limbah slurry biogas. Limbah itu hanya dimanfaatkan sesekali oleh warga sebagai pupuk tanaman. Selain itu, limbah organik dari pertanian dan juga rumah tangga yang dihasilkan juga cukup banyak yaitu mencapai 1 ton per hari.

Anak dan remaja berfoto bersama di depan masjid
Anak dan remaja berfoto bersama di depan masjid

Hal itu diperparah dengan banyaknya limbah anorganik, seperti plastik, yang jumlahnya mencapai 76 kg per hari. Belum adanya pemanfaatan yang masimal oleh warga menjadikan sampah di desa itu menimbulkan dampak negatif, seperti lingkungan yang terkesan kotor, bau tidak sedap, dan polusi udara akibat pembakaran sampah.

Kondisi itu menjadikan 5 mahasiswa FTP UB itu tergugah dan ingin merubah image desa Argosari menjadi desa yang tidak hanya mandiri energi tetapi juga bebas sampah (zero waste).

Menurut Musyaroh, program Oc-Cycle ini diterapkan dengan cara pemfaatan limbah slurry biogas menjadi pakan ikan, media tanam jamur (baglog jamur), dan pupuk tanaman, limbah organik lainnya seperti sampah organik rumah tangga dan pertanian dimanfaatkan sebagai bahan untuk pembuatan pupuk kompos.

Keceriaan terlihat ketika briefing digelar di Argosari
Keceriaan terlihat ketika briefing digelar di Argosari

Sedang sampah anorganik yang ada dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kerajinan tangan yang bisa dijual kembali. Melalui penerapan program Oc-Cycle ini diharapkan masyarakat Desa Argosari menjadi lebih mudah dalam memenuhi kebutuhan pangan dan energi.

Motor pelaksana pengaplikasian program Oc-Cycle adalah para pemuda Desa Argosari. Musyaroh dan tim bekerja sama dengan Remaja Masjid di Dusun Bendrong Desa Argosari mulai Februari hingga Juni 2016 nanti.

Saat ini telah terbentuk pengurus dan kader Oc-Cycle di Desa Argosari khususnya di Dusun Bendrong. Tim tersebut diketuai oleh Khomarudin (24) yang merupakan salah satu anggota Remaja Masjid di Desa Argosari.

“Semoga Desa Argosari dapat menjadi desa mandiri energy dan zero waste dan menjadi desa percontohan untuk desa-desa lainnya di Indonesia khususnya di Kabupeten Malang,” tutupnya.