Lima Mahasiswa Indonesia Tarikan Indang Badinding pada ICP di Polandia

Press Release

0
422
Bersama dr inż Jacek Lamperski , Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Politechnika Wrocławska (nomor 6 dari kiri), Pengajar Bahasa Polandia (nomor 5 dan 7 dari kiri), serta mahasiswa dari Afrika.(istimewa)
Bersama dr inż Jacek Lamperski , Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Politechnika Wrocławska (nomor 6 dari kiri), Pengajar Bahasa Polandia (nomor 5 dan 7 dari kiri), serta mahasiswa dari Afrika.(istimewa)

MALANGVOICE – Lima Mahasiswa Indonesia menarikan Indang Badinding di Gedung Strefa Kultury Politechnika Wrocławska, Polandia, 16 Desember 2016, pada even International Cultural Performance (ICP), yang merupakan acara tahunan yang diadakan universitas dengan tujuan memberi kesempatan mahasiswa internasional memperkenalkankan budaya negara masing-masing dalam bentuk nyanyian dan tarian.

Acara itu selalu diadakan sebelum libur Natal dan Tahun Baru, dihadiri 55 mahasiswa internasional dari Indonesia, Vietnam, Ukraina, Palestina, Kolombia, Nigeria, Angola, Iran, Irak, Rusia, dan Belarusia. Selain itu, acara juga dihadiri rektor, wakil rektor bidang kemahasiswaan, perwakilan Biro Penerimaan Mahasiswa Baru, kepala Lembaga Bahasa Jerman, Rusia, dan Polandia, serta alumni Program Kursus Bahasa Polandia.

Salah satu gerakan Tari Indang Badinding.(istimewa)
Salah satu gerakan Tari Indang Badinding.(istimewa)

Dr Szałęga Dagmara, Pengajar Bahasa Polandia, mengaku kagum dengan tarian Indonesia itu. Dia mengataan, “Tarian Indang Badinding yang kalian tampilkan sangat menarik dan mengagumkan, Pasti tarian ini sangat susah dan membutuhkan persiapan lama, karena mempunyai banyak gerakan yang harus diingat. Kalian menarikannya dengan baik tanpa ada kesalahan. Kalian juga mempunyai pakaian tradisional yang indah dan menarik”.

Sementara Mubata, Mahasiswa asal Afrika mengatakan, “Saya suka gerakan tarian kalian karena unik, terutama gerakan ketika menempelkan telapak tangan antar penari (gerakan menempelkan tangan yang mirip Tari Saman) dengan kompak dan waktu singkat. Saya masih heran, bagaimana cara kalian melakukan gerakan itu?”

Butuh waktu hampir tiga minggu untuk mempersiapkan tari yang berasal dari Minangkabau, Sumatra Barat ini. Tarian ini ditampilkan dalam waktu kurang dari empat menit. Mereka mendapatkan pakaian tari dengan meminjam ke Kedutaan Besar Indonesia di Polandia.

Mereka belajar secara otodidak dari video yang di unduh dari Youtube serta latihan setidaknya satu jam per hari dengan didampingi mahasiswa S2 penari Tari Saman tahun lalu serta mahasiswa S3 dari Indonesia yang sedang belajar di Politechnika Wrocławska. Di akhir acara, para mahasiswa diberi kesempatan untuk mengabadikan momen dalam sesi foto serta makan bersama.