Launching Balai Uji KIR Diprediksi Molor

0
5
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Handi Priyanto

MALANGVOICE – Grand Launching Balai Uji KIR di Kelurahan Arjowinangun, Kota Malang, diprediksi molor dari target, karena pekerjaan meubeler belum selesai sepenuhnya hingga memasuki April ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Handi Priyanto, mengatakan, jika akhir bulan ini meubeler belum juga selesai, pihaknya akan menunda launching, sampai bulan Mei.

“Target kita launching akhir April, tapi ternyata proses pembuatan meubeler butuh waktu yang cukup lama, namun kami sudah mendorong kepada pembuatnya, agar segera menyelesaikannya,” kata Handi kepada MVoice, beberapa menit lalu.

Anggaran pengadaan meubeler untuk Balai Uji KIR, kata dia, masuk dalam APBD 2016, sedangkan untuk pembangunan fisik gedung menggunakan APBD tahun 2015.

“Kalau meubeler selesai, kami akan coba soft launch dahulu selama satu minggu untuk menguji kesiapan alat,” ungkapnya.

Setelah soft launch berjalan, maka Dishub langsung melakukan Grand Launching dan siap menguji kendaraan masyarakat secara profesional. Dijelaskan pula, Balai Uji KIR akan beroperasi selama 8 jam dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00 WIB.

Menggunakan sistem drive thru, estimasi waktu untuk menguji kendaraan diprediksi lebih cepat daripada menggunakan sistem manual seperi di Balai Uji KIR Karang Ploso.

“Kami menggunakan full elektronik untuk pengujian kendaraan jadi waktunya lebih cepat,” tandasnya.

Berbeda dengan sistem manual, pengemudi nantinya cukup memberikan dokumen uji di loket yang sudah disediakan, dan saat itu pula kendaraan langsung dilakukan Uji KIR. Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk satu kendaraan tidak lebih dari 30 menit.

“Hal itu beda dengan sistem manual, mereka hari ini menyerahkan berkas ke loket, besok baru kendaraannya diuji,” tandasnya.

Berkaca dari Balai Uji KIR di Denpasar, Handi mengaku membutuhkan sekitar 58 sampai 60 pekerja agar bisa melayani ratusan kendaraan tiap harinya. “Saat ini masih ada 17 orang teknisi, jumlah itu masih kurang dan akan saya ajukan lagi ke wali kota untuk penambahan,” tegasnya.

Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balai Uji KIR sendiri, tahun ini dipatok Rp 2 Miliar dan akan dihitung kembali oleh Dishub, jika sudah operasional. “Kami yakin target lebih dari itu, sehingga nanti di PAK pastinya akan ditambah,” pungkasnya.