Kota Malang Terima Satyalancana Karyabhakti Praja

0
38
HM Anton dan Mendagri Tjahyo Kumolo
HM Anton dan Mendagri Tjahyo Kumolo

MALANGVOICE – Wali Kota Malang, HM Anton, hari ini dianugerahi Satyalancana Karyabhakti Praja Nugraha, penghargaan terhadap praktik penyelenggaraan pemerintahan daerah yang baik. Acara berlangsung di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

Pada inaugurasi Otoda ke-20, Kota Malang bersama sejumlah daerah lain juga menerima penghargaan itu dari Presiden untuk para kepala daerah yang sukses memimpin pemerintahan daerah, sehingga berhasil mendapat predikat terbaik dalam penilaian LPPD (Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah).

Empat daerah lainnya, masing-masing Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Pasaman, Kota Probolinggo dan Kota Semarang,  juga menerima penganugerahan Parasamya Purnakarya Nugraha karena sudah berturut turut menerima Satyalancana.

Penghargaan diserahkan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, kepada Kepala Daerah penerima anugerah.

Wapres JK menegaskan, otonomi bersifat dinamis, diletakkan pada karakteristik dan potensi daerah yang berbeda beda. Namun harus disadari, otonomi harus mampu menguatkan NKRI sehingga pemerintah daerah tetap harus diposisikan kepanjangan tangan pemerintah pusat. Tujuan politik, tujuan legeslasi dan tujuan ekonomi, harus diikat dalam satu kesatuan yang sinergis.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, mengatakan, saat ini harus siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean. “Dari daerah untuk daerah, adalah mengembalikan semangat otonomi melalui daerah, eksplorasi potensi daerah dan peningkatan daya saing daerah dengan kinerja tinggi menjadi spirit peringatan,” kata Mendagri Tjahjo Kumolo.

Sementara Wali Kota Malang, HM Anton, menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Pemkot Malang, DPRD, Forpimda, Pemprov Jatim dan warga Kota Malang. Karena keberhasilan anugerah penyelenggaraan pemerintah daerah yang baik ini tidak terlepas dari sinergitas yang kuat semua elemen.

“Meski anugerah ini disematkan atas kepemimpinan (Kepala Daerah), namun saya sadar ini juga tidak lepas dari partisipasi dan kerjasama dari berbagai elemen pembangunan di kota Malang,” kata Anton.

Stressing dari Wapres JK dan Mendagri menunjukkan bahwa poin diberikan kepada daerah yang mampu mengeksplorasi potensi dan kinerja terbaiknya menunjukkan jika kota Malang sudah pada jalur yang tepat dalam gerak pembangunannya.