Kelompok KKN PPM 154 UMM Kenalkan Permen Susu Kambing Etawa

0
44
Mahasiswa UMM saat demo penyuluhan pengolahan susu menjadi permen.

MALANGVOICE – Bertempat di Dusun Beru RT 02 RW 06 Desa Bumiaji, Kulih Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Kelompok 154 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan penyuluhan pembuatan permen susu kambing kepada kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat.

“Ini salah satu wujud pemberdayaan masyarakat dengan tujuan menstimulus ibu-ibu PKK menjadi produktif serta memanfaatkan sumber daya yang ada, seperti susu kambing,” tutur Khoerul Anam, mahasiswa jurusan Peternakan UMM, yang juga koordinator desa (kordes). Sosialisasi diikuti 25 peserta, mengambil tema ‘Implementasi Integrated Farming System pada Kambing Peranakan Etawa’.

Produk permen susu kambing etawa yang siap dipasarkan.Khoerul juga mengungkapkan, produk itu memang disesuaikan keadaan Desa Bumiaji, khususnya Dusun Beru, yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani dan peternak kambing. “Mayoritas warga sini sebagai tani di sawah dan ternak kambing. Sebelumnya sudah ada pelatihan dari Universitas lain tentang pembuatan yogurt susu kambing,” katanya.

Ia juga menyatakan, kelompoknya siap melakukan pendampingan bila masyarakat berminat melanjutkan program pengolahan permen susu itu, “Bukan hanya melakukan pendampingan, tapi juga membantu pemasaran, agar perputaran ekonomi terus berjalan,” katanya.

Lebih lanjut, kelompok ini juga meluncurkan inovasi produk terbaru dengan brand ‘Suka Tawa’ (Susu Kambing Etawa), yang mengedepankan hasil olahan susu kambing, memanfatkan hasil susu kambing perahan warga sekitar. “Kami juga memberikan informasi serta pelatihan strategi marketing dalam dunia bisnis, terutama bagi masyarakat pemula yang berminat menjadi wirausahawan,” rincinya.

Selain itu, untuk pemasaran permen susu Suka Tawa, kata Koerul, kelompoknya telah bekerja sama dengan beberapa mitra kerja di sejumlah tempat. “Dengan menggandeng beberapa mitra akan memudahkan masyarakat atau calon wirausahawan yang berminat memproduksi kembali produk susu kambing dalam hal pemasaran,” tutupnya.

Sementara Ketua RT setempat, Nur Rokhimah, mengaku senang dengan pelaksanaan program itu. ”Saya sebagai ibu RT juga senang bila adik-adik KKN memberikan pelatihan seperti ini, namun program ini masih terkendala modal dan pemasaran yang belum jelas,“ ungkapnya.