Kadisjarah TNI AD Berikan Wawasan Pentingnya Mengingat Sejarah

0
58
Kadis Jarah TNI AD, Brigjen TNI Hadi Kusnan saat memberi materi wawasan kebangsaan. (istimewa)

MALANGVOICE – Pentingnya mengingat sejarah bangsa menjadi latar belakang dilaksanakan ceramah kebangsaan yang disampaikan Kadis Jarah TNI AD, Brigjen TNI Hadi Kusnan, di hadapan 600 orang peserta di wilayah korem 083/Bdj, siang ini.

Ia menceritakan sejarah berdirinya Negara Indonesia, yang tercatat dalam berbagai literatur bagaimana besarnya pengorbanan dari putera puteri pertiwi dalam menjaga kedaulatan bangsa Indonesia.

Jiwa untuk menjadi bangsa yang merdeka, menjadi teladan dari jasa para pahlawan untuk bersatu melawan segala bentuk penjajahan yang dilakukan bangsa-bangsa Eropa kala itu.

Hadi Kusnan2Brigjen TNI Hadi Kusnan, paham betul cara membangkitkan semangat nasionalisme di era keterbukaan seperti saat ini.

Diungkapkan bahwa secara perlahan semangat persatuan yang telah diwariskan pejuang dalam memperjuangankan kemerdekaan itu mengalami penurunan dan pelunturan sejarah.

Fenomena lunturnya jiwa kebangsaan itu dapat terlihat ketika generasi sekarang merasa bangga menggunakan pakaian dengan simbol-simbol negara lain.

“Lebih memperihatinkan lagi ada yang merasa bangga dengan lambang-lambang komunis tanpa memahami kesejahteraan kehidupan bangsa Indonesia,” katanya.

Dia menjelaskan, betapa pentingnya menjaga rasa cinta Tanah Air untuk mempertahankan kadaulatan sebuah Negara. Beberapa bangsa bisa menjadi contoh nyata, ketika pada akhirnya mereka tidak pernah merdeka seperti suku asli Australia yaitu Aborigin dan suku pribumi Amerika Serikat yaitu suku Indian.

Hadi Kusnan, mengingatkan ketika para cendekiawan Indonesia di masa penjajahan dahulu yang mengenyam pendidikan di luar negeri rela kembali ke Tanah Air untuk bersama-sama berjuang merebut kemerdekaan.

Sebagai generasi penerus, hendaknya memiliki semangat untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Hal itu sudah diamanahkan kepada bangsa Indonesia pada Pembukaan UUD 1945 yang menjadi pertanda kedaulatan negara dan bangsa Indonesia.

Acara yang digelar di Dodikjur Rindam V/Brw wilayah Korem 083/Bdj menjadi penting karena tidak hanya dihadiri dari personel militer saja, namun juga mengundang para veteran yang bergabung dalam paguyuban seperti MASTRIP, PPAD, PEPABRI juga organisasi FKUB, GM FKPPI, Anak Kolong serta dari golongan pelajar juga turut diundang seperti BEM Universitas Merdeka Malang dan pelajar SMK Kartika.