K-85 Desak Kongres Segera Digelar

0
116
Jajaran K-85 saat jumpa pers usai pertemuan tertutup di Hotel Ijen Suites. (Muhammad Choirul)

MALANGVOICE – Kelompok 85 (K-85) mendesak PSSI segera menggelar Kongres. Kesepakatan digelarnya acara itu pada 17 Oktober 2016 mendatang, jangan sampai tertunda lagi.

Hal itu diungkapkan Ketua K-85, Edy Rahmayadi saat jumpa pers usai pertemuan tertutup di Hotel Ijen Suites Malang, tengah malam tadi. Menurutnya, banyak tugas yang harus dikerjakan pengurus baru nantinya.

“Sebentar lagi ada Piala AFF, harkat dan martabat bangsa dipertaruhkan di sana. Jadi kita harus benar-benar menyiapkan berbagai aspek,” ungkapnya.

Baca juga: K-85 Rapat Tertutup Tengah Malam, Ada Apa?

Pangkostrad berpangkat Letjen TNI itu tidak mempermasalahkan jika dia gagal terpilih sebagai Ketum. Yang terpenting, lanjutnya, program-program pembinaan harus segera dilaksanakan.

Baca juga: Edy Rahmayadi Klaim Didukung 96 Voter

“Siapa pun yang terpilih sebagai Ketum nanti, seandainya saya tidak terpilih tidak masalah, asal pembinaan berjalan. Menurut saya, pembentukan prestasi sepak bola harus berjalan teratur, tidak bisa instan, dan ini harus diawali dengan pembentukan pengurus sehat,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan memiliki visi tersendiri dalam pencalonan Ketum. Dikatakannya, ke depan PSSI harus profesional dan bermartabat. Artinya, lanjut dia, PSSI tidak boleh terganggu urusan politik dan kepentingan lain.

“Harus murni olah raga. Ada kesetiaan untuk mengangkat harkat bangsa. Dengan demikian, PSSI turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa,” tandasnya.

Edy juga mengaku mengakomodir semua keinginan anggota. Bergabungnya beberapa voter tambahan bukan berarti menghilangkan peran voter sebelumnya yang lebih dulu bersama K-85.

“Saya mengakomodir bukan hanya Asprov Jatim. Seluruh Asprov di 34 provinsi saya perhatikan. Prinsipnya semua menuntut pembinaan teratur. Ini bukan berarti pengurus PSSI sebelumnya jelek, hanya tidak konsisten sehingga pembinaan tidak berjalan bertingkat dan berlanjut,” pungkasnya.