Jika Darurat, Bupati Bisa Keluarkan Beras Bulog 100 Ton untuk Pengungsi Bromo

Dua pemuda beraktivitas dengan memakai masker. Abu Bromo hari ini berhembus hingga Kota Malang. (fia)

MALANGVOICE – Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa, sudah meninjau lokasi terdampak abu vulkanik Gunung Bromo. Menurutnya, saat ini posisi warga dalam kondisi belum membutuhkan bantuan.

Namun, bila pemerintah setempat, dalam hal ini bupati, mengeluarkan Surat Keputusan (SK) darurat, maka cadangan beras Bulog bisa dikeluarkan sebesar 100 ton untuk membantu para pengungsi.

“Jika kemudian SK darurat dikeluarkan oleh gubernur, pasokan beras Bulog yang bisa dikeluarkan dari gudang sebanyak 200 ton. Apabila kebutuhannya lebih dari 200 ton, maka yang berwenang mengeluarkan SK adalah Kementerian Sosial,” jelas Khofifah kepada wartawan, di sela-sela peresmian IPWL di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh.

Menteri dari PKB ini menambahkan, sejauh ini antisipasi terhadap efek abu vulkanik Bromo sudah disiagakan. Di titik lokasi pengungsian sudah disiagakan perlengkapan dapur umum baik dari BNPB, Polri, TNI, maupun Kemensos dimana jika diperlukan dapur umum tersebut bisa langsung digunakan.