Jenga, Permainan Unik dengan Balok Kayu

0
368
Jenga saat mengikuti even (istimewa)
Jenga saat mengikuti even (istimewa)
Bermain bersama sahabat (istimewa)
Bermain bersama sahabat (istimewa)

MALANGVOICE – Banyak sekali model permainan, tapi satu yang cukup unik adalah Jenga, sebuah permainan menyusun balok asal Afrika, yang kini semakin banyak diminati masyarakat Malang.

Jenga berasal dari kata kujengka yang dalam bahasa Swahili berarti ‘membangun’. Saat ini, Jenga menduduki posisi kedua permainan yang paling banyak dimainkan di dunia setelah monopoly.

Di Malang sudah ada komunitas yang menampung penggemar permainan ini yaitu Komunitas Castle Jenga Indonesia  yang berdiri sejak 2015.

Lutfi, salah satu anggota komunitas ini mengatakan, bermain Jenga bisa menjalin kedekatan dan membangun interaksi sosial dengan sahabat dan orang lain ketika memainkannya.

“Sekarang era-nya gadget. Masyarakat cenderung fokus dengan gadget masing-masing. Permainan seperti ini membantu kita untuk lebih berinteraksi dengan orang lain,” kata Lutfi kepada MVoice.

Kompetisi Jenga (istimewa)
Kompetisi Jenga (istimewa)

Memainkan Jenga lumayan mudah tapi memerlukan konsentrasi tinggi. Permainan membangun ‘tower’ ini dimulai dengan menyusun 54 balok-balok yang terbuat dari kayu yang sama ukurannya.

Balok-balok kayu disusun rapi dengan meletakkan tiga balok secara bertahap. Setiap lapis balok ditimpa dengan tiga balok lagi,akan tetapi penempatannya haruslah selang-seling.

Susunan balok ini akan membentuk satu bangunan awal yang terdiri dari 18 tingkat dengan 3 balok untuk tiap lapisannya.

Permainan idealnya dilakukan minimal dua orang. Siapapun yang merobohkan Jenga, dia adalah pemain yang kalah dan harus menerima hukuman dari yang sudah disepakati

“Semua orang bisa memainkan ini. Tidak ada batasan usia. Tua muda suka permainan ini,” kata lutfi.