Jalan Samping MX Mall Rusak Parah, Kewajiban Pemerintah atau Pelaku Usaha?

0
8
Jalan Rusak di kawasan Jalan Cibogo, samping MX Mall

MALANGVOICE – Jalan rusak di tengah kota masih dijumpai warga Kota Malang. Salah satu yang paling parah terjadi di sepanjang Jalan Cibogo, samping MX Mall dan Hotel Swiss Bellinn.

jalan-rusak2

Pantauan MVoice, sepanjang jalan itu masih banyak lubang yang berisi batu kerikil, sehingga membuat lalu lintas kendaraan menjadi kurang baik. Jalan Cibogo, juga menjadi akses jalan keluar bagi kendaraan yang parkir di MX Mall ataupun Hotel Swiss Bellin.

Ketua Fraksi Hanura-PKS DPRD Kota Malang, Ya’qud Ananda Gudban, mengatakan, pada dasarnya Pemerintah Kota Malang, tidak boleh membiarkan akses jalan di lokasi itu rusak. Namun karena jalan itu menguntungkan dua pelaku usaha, maka pihak MX Mall dan Hotel Swiss Bellin juga tidak boleh berdiam diri.

“Menurut saya Pemkot Malang tidak boleh diam kalau ada jalan rusak, tapi pelaku usaha juga harus responsif dong,” kata Nanda kepada MVoice, beberapa menit lalu.

Dijelaskan pula, pembangunan yang dilakukan Pemkot Malang pada dasarnya dilakukan secara bergilir, sehingga perlu partisipasi aktif dari pelaku usaha di sekitar agar membantu pengaspalan jalan. Apalagi, jalan itu merupakan akses jalan keluar dari dua usaha di sana.

“Kita akan dorong pemerintah dan pelaku usaha untuk bersama memikirkan masalah jalan rusak itu,” tukasnya.

Pada tahun 2013 lalu kondisi Jalan Cibogo yang rusak mendapat perhatian serius dari warga. Mereka bahkan, sempat melakukan aksi demo dan menutup akses parkir di MX Mall, karena mereka menduga jalan rusak disebabkan alat berat untuk pembangunan gedung.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Jarot Eddy Sulistyono, menegaskan, jika pihaknya akan melihat apakah itu jalan daerah ataukah bukan. Jika masuk jalan daerah, maka Pemkot Malang juga akan merangkul pelaku usaha sekitar yakni pihak mall dan hotel untuk bersama melakukan pengaspalan.

“Tentunya warga juga harus mengajukan perbaikan jalan dan akan kita masukkan dalam renstra pembangunan,” kata Jarot.