Ini Dia, The 1st China-Indonesia Friendship Choir Competition 2016

0
164
Barongsai (Anja)

MALANGVOICE – Pada 2-3 April kemarin, belasan grup paduan suara dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur mengikuti lomba paduan suara persahabatan bertajuk The 1st China-Indonesia Friendship Choir Competition 2016, di Gedung D4 Universitas Negeri Malang (UM).

Acara ini merupakan rangkaian perayaan tahun ke-5 Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin (UM). Malam ini agendanya pengumuman pemenang lomba.

Choir3

“Yang ikut ada 15 grup. Mereka kebanyakan berasal dari Surabaya, ada Universitas Tujuh Belas Agustus, Universitas Surabaya dan sebagainya. Kalau dari Malang ada Universitas Widyakarya, Universitas Brawijaya dan Universitas Islam Negeri. UM sendiri mengikutkan dua fakultas, FE dan Ilmu Sosial,” kata Koordinator Acara, Sarah Aulia, saat ditemui MVoice, beberapa menit lalu, di Gedung D4 UM.

Choir2

Selain itu, dalam gelaran paduan suara yang pertama, Prodi Pendidikan Bahasa Mandarin mendatangkan grup paduan suara asal China, yakni PSM Guangxi Normal University.

“Kami ingin membuat gebrakan menarik, karena prodi ini masih baru. Jadi sekaligus mempromosikan. Kalau sebelum-sebelumnya kita mengadakan lomba, tapi lebih pada kemampuam berbahasa. Kalau malam ini, selain mahir berbahasa, juga belajar dari budaya mereka,” kata dia.

Sarah mengatakan, PSM Guangxi Normal University bukan paduan suara biasa, karena personelnya merupakan gabungan dari dosen-dosen berpengalaman di bidang musik. Conductornya professor Fakultas Musik berpengalaman, Prof Peng Chao.

Sarah menambahkan, aspek peniliain diambil dari baik tidaknya intonasi, nilai artistik dan kesesuaian dengan partitur. Ketiga juri penilai adalah Syariza Paradika (pelatih PSM UM), Prof Peng Chao, dan Dyah Ardyaningsih (Pelatih Vokal Narwastu Malang).

Pemenang akan diambil berdasarkan kategori Conductor terbaik, Interpretasi lagu wajib terbaik, Juara Harapan 3,2,1 dan Juara 3,2,1.

“Harapannya, selain memperkenalkan prodi kita, melalui even ini kita belajar kebudayaan Tiongkok yg selama ini masih jarang bisa dipadukan dengan budaya Indonesia,” kata Sarah.

Selain paduan suara, acara ini menghadirkan penampilan tari barongsai, dan penampilan tari tradisional.