Di PHK, Lelaki Ini Malah Eksis Jadi Pelukis

0
65
Supri Picasso saat berada di galerinya, bersama pengunjung (fathul)

MALANGVOICE – Ketidakberuntungan kadang justru me miemicu semangat untuk berkembang lebih maju. Seperti dialami Supriono (41), warga Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, yang kini membuka artshop (toko seni) di lingkungan Gedung Kesenian Mbatuaji.

Awalnya ia pegawai di salah satu hotel ternama di Kota Batu. Kemudian ia di PHK (pemutusan hubungan kerja) tahun lalu, hingga ia banting stir menggeluti hobi lamanya, menjadi pelukis full time.

“Sebenarnya sudah sejak 2008 menekuni dunia seni rupa, cuman fokusnya setahun terakhir ini. Ternyata usaha sendiri itu lebih kena gregetnya,” jelas lelaki yang lebih dikenal dengan nama Supri Picasso itu.

Saat ini dia melukis di studionya yang sekaligus menjadi tempat berjualan. Meskipun tidak setiap hari lukisannya laku, namun kepuasan tetap ia rasakan. Karena sekali menjual lukisan ia bisa meraup penghasilan lumayan.

“Nggak mahal-mahal amat kok jualnya, karena kita sesuaikan dengan konsumen warga Batu,” tambahnya.

Gaya lukisan yang menjadi minatnya adalah abstrak. Meskipun susah difahami masyarakat umum, namun ia merasa lukisannya membawa ruh tersendiri, sehingga dapat menyentuh penikmat lukisan. Dari sanalah ia mendapat tawaran harga hingga bisa digunakan memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Kadang pengunjung minta dibuatkan lukisan tertentu, jadi kalau mau realis ya saya buatkan. Tergantung kemauan pembeli. Jadi kadang laku di sini, kadang laku setelah pesanan,” ceritanya.