Demi Perdamaian, Pasutri Asal Bululawang Gowes ke Sembilan Negara

0
385
Hakam Mabruri dan R Islamiah, sepeda tandem keliling dunia
Hakam Mabruri dan R Islamiah, sepeda tandem keliling dunia

MALANGVOICE – Pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Hakam Mabruri dan R Islamiah, hari ini akan melakukan perjalanan panjang.

Perjalanan yang berangkat hari ini akan menempuh jarak ribuan kilometer. Uniknya, perjalanan ini dilakukan dengan cara bersepeda tandem.

Jarak ribuan kilometer ini merupakan perjalanan pasutri ini dari Indonesia hingga ke Kota Kairo, Mesir, Afrika ini merupakan misi perdamaian, yang mereka namakan Holly Journey Cycling Trip.

“Perjalanan ini saya niati sebagai ziarah ke tempat suci lintas agama untuk menebar pesan perdamaian,” kata dia.

Perjalanan epik kayuh pedal sepeda tandem bertajuk ini, lanjut dia, akan melintasi sembilan negara. Mulai dari Malaysia, Thailand, Nepal, India, Arab Saudi, Yordania, Palestina, Israel dan Mesir.

Setidaknya, butuh waktu hingga setahun untuk mewujudkan impian menjadi pasuri Indonesia pertama yang keliling dunia dengan bersepeda tandem.

Selama di Jawa, lanjut dia, mereka akan ziarah ke makam Walisongo di Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban, Kudus dan Cirebon.

Sedangkan selama di negara tanpa pantai, Nepal, mereka bakal ziarah ke situs kelahiran Budha Sidharta Gautama di Kota Lumbini.

Bergeser ke negara tetangga Nepal,India, mereka akan singgah di situs tempat Sang Budha moksa di Kota Khusinagar.

Selain itu, mereka juga mengunjungi bangunan yang menjadi bukti cinta Mughal Shah Jahan kepada istrinya, Arjumand Banu Begum, yakni Taj Mahal.

“Kami juga mengunjungi situs tempat kelahiran Khrisna di Kota Mathura. Setelah itu ke Kota Yamuna melintasi Vrindafan untuk singgah di situs tempat tumbuh Khrisna, dewa umat Hindu,” imbuh dia.

Perjalanan ke India juga akan mengunjungi Kurusetra, tempat yang dikisahkan sebagai medan perang Mahabarata.

“Kami juga akan ngalab berkah makam Nabi Muhammad SAW di Masjidil Nabawi di Kota Madinah dan menunaikan ibadah umrah di Makkah,” lanjut laki-laki berambut gondrong ini.

Perjalanan diteruskan ke laut mati di Yordania untuk menyaksikan sisa-sisa azab Allah SWT kepada kaum Sodom.

Mereka juga akan ke Kota Wadi Mousa yang dianggap makam Nabi Harun dan ke kota yang hilang, Petra.

Rencananya, Israel juga akan mereka kunjungi. Hakam dan istrinya akan mengunjungi danau Galilea di Tiberias dan holyland bagi pemeluk agama Samawi di Yerusalem.

Lanjut ke Mesir, Hakam akan masuk melalui Nuwebea menuju Gurun Sinai untuk mengunjungi masjid dan gereja tua di atas puncak gunungnya.

“Semoga ikhtiar kami menziarahi situs bersejarah suci bagi berbagai agama dapat menjadi berkah untuk perdamaian dunia,” harap laki-laki yang baru saja mendapatkan beasiswa dari Universitas Raden Rahmat (Unira), Kepanjen.

Persiapan gowes jarak jauh ini telah dilakukan Hakam setahun terakhir. Mereka sudah menaklukkan rute Malang menuju Lombok serta Malang menuju Toraja dan dilanjutkan ke Malaysia.

“Kami selama dua bulan terakhir ini telah melahap berbagai rute di Jawa Timur,” tandas dia.