Bulog Siap Keluarkan Cadangan Beras Bila Diperlukan

ilustrasi/fia

MALANGVOICE – Kepala Bulog Divisi Regional Malang, Arsyad, siap menyalurkan beras Bulog untuk keadaan darurat apabila dibutuhkan untuk membantu masyarakat terdampak abu vulkanik dari erupsi lima tahunan Bromo.

“Stok beras sampai hari ini berjumlah 15 ribu ton yang diperuntukkan bagi Malang Raya dan Pasuruan Raya,” jelas Arsyad.

Berdasarkan peraturan, apabila terjadi bencana, maka SK Darurat yang dikeluarkan bupati atau walikota bisa dipakai untuk mengeluarkan 100 ton beras Bulog. Arsyad mengatakan, pembatasan tersebut tidak bersifat kaku. Dalam artian, jika dibutuhkan lebih maka volume yang dikeluarkan bisa sesuai kebutuhan.

Arsyad juga menambahkan, beras cadangan untuk keadaan darurat pernah dipergunakan Pasuruan saat kawasan tersebut terkena banjir pada 2015 lalu.

Sebelumnya, Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa mengatakan pemerintah daerah memiliki wewenang mengeluarkan beras Bulog untuk membantu meringankan warga yang terkena bencana melalui SK darurat.

Melalui SK tersebut, bupati atau walikota bisa mengambil cadangan beras Bulog sebanyak 100 ton, dan apabila kurang, gubernur bisa turun tangan dengan mengeluarkan SK serupa untuk mengeluarkan beras Bulog hingga 200 ton.

“Jika lebih, maka SK darurat yang dipakai mengeluarkan beras Bulog diterbitkan oleh Kemensos,” kata Khofifah.