Berawal dari Koleksi, Akhirnya Bikin Usaha Pencucian Sepatu Sendiri

0
29
Pemilik Shamrock Shoes & Care, Ary Kusuma. (deny)

MALANGVOICE – Berawal dari hobi koleksi sepatu, pemuda asal Desa Punten, Kota Batu, Ary Kusuma Eka Raharjo (25) berani membuat usaha sendiri tempat pencucian sepatu.

Ide usaha itu ia dapat karena di Kota Batu jarang ada tempat cuci sepatu. Sering kali ia harus turun ke Kota Malang untuk membersihkan sepatunya.

Diberi nama Shamrock Shoes & Care, usaha yang baru berdiri satu bulan itu ternyata langsung banyak peminat. Banyak pelanggan datang ke tempatnya agar sepatu kembali bersih. Apalagi di musim hujan.

“Baru buka langsung banyak pesenan. Awalnya sedikit kerepotan karena saya kerja sendiri,” ujarnya pada Mvoice, Jumat (14/10).

Keahlian membersihkan sepatu diakui mahasiswa Universitas Merdeka Malang (Unmer) itu belajar secara otodidak. Beberapa peralatan ia beli dan dipelajari sendiri.

Dalam praktiknya, membersihkan sepatu model suede dibilang sedikit sulit. Selain karena bahannya, model itu sangat mudah rusak apabila salah perawatan. Berbeda dengan sepatu bahan canvas, nilon dan vinyl. “Satu sepatu bisa butuh waktu 3-4 hari,” ujarnya.

Dari segi biaya Ary yang menargetkan segmen siswa dan mahasiswa itu tak mematok harga terlalu mahal, hanya Rp 35 ribu.
“Sekarang masih promo, jadi kena bebas biaya antar sepatu khusus area Kota Batu dan Malang,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga memberi cara agar sepatu tak mudah rusak terlebih di musim hujan saat ini. Pertama, apabila sepatu dalam kondisi basah, jangan langsung dijemur si bawah sinar matahari. Hal itu bisa membuat warna pudar.

“Masukkan kertas koran di dalam sepatu agar tidak bau, dan gunakan hai dryer atau diberi angin agar cepat kering,” tutupnya.