Bangun Sinergitas, Tiga Bappeda Sepakat Bangun Komitmen

0
95
kepala Bappeda Kota dan Kabupaten Malang

MALANGVOICE – Sinergitas antar tiga pemerintah daerah di Malang Raya kini tengah dijajagi, agar proses pembangunan ke depan bisa terintegrasi dengan baik.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, Wasto, mengatakan, langkah awal yang harus dilakukam adalah membangun komitmen bersama sebagai salah satu perintis koneksitas jalan bagi tiga pemerintahan daerah, baik di Kota Malang, Kabupaten Malang maupun Kota Batu.

“Misalnya problem kemacetan dan pertumbuhan kendaraan yang pesat, dengan adanya koneksitas ini kita bisa terinventarisasi jalan-jalan alternatif antar kota dan kabupaten untuk kita satukan,” kata Wasto, beberapa menit lalu.

Contoh, Jalan Ki Ageng Gribig dan kawasan Bululawang yang akan jadi interchange Tol Malang-Pandaan, harus ada kesepahaman bersama, misalnya mengusulkan agar dua kawasan jalan itu dikelola provinsi, dengan begitu tidak terjadi tumpang tindih.

“Beberapa masalah lain juga harus ada koneksitas bersama,” tandasnya.

Sementara Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Edy Suhartono, menegaskan, beberapa aspek, termasuk infrastruktur, ekonomi dan sosial di Malang Raya, harus dipahami secara utuh dan tidak terpisah.

“Karena, sebenarnya secara historis kita ini sejarahnya satu atap pemerintahan, jadi perkembangan apapun harus difikirkan bersama, sehingga menghasilkan sesuatu yang baik,” tutur Edy.

Perwakilan Bappeda Kota Batu, Endro Wahjudi, menegaskan, perlu ada transportasi massal yang menghubungkan tiga kawasan itu, sehingga bisa meminimalisir kemacetan.

“Bukan hanya jaringan tapi kita juga butuh transportasi massal yang bisa mengcover tiga daerah,” kata Endro.

Masalah ekosistem, Pemkot Batu juga meminta agar konservasi alam tidak hanya dibebankan kepada kota itu, jika nanti ada keberpaduan pembangunan.

“Seperti masalah air, banyak sumber kita dimanfaatkan Kota Malang dan kabupaten, sehingga konservasi jangan hanya kita nanti yang memikirkan tapi ada sinergitas,” ungkap Endro.

Masalah air, di Batu banyak sumber air, dimanfaatkan di Kabupaten Malang dan kota, kebijakan konservasi tidak dibebankan kepada Kota Batu.