Awas, Tahi Lalat Bisa Jadi Kanker!

0
456
tahi lalat (babalathulu)

MALANGVOICE – Konon katanya, tahi lalat merupakan pemanis wajah. Namun, tak semua tahi lalat membuat kita semakin manis. Faktanya tahi lalat dapat juga berbahaya dan berpotensi menjadi kanker.

Kanker yang dimaksudkan di sini merupakan jenis kanker kulit, yang akan semakin meningkat potensinya apabila terdapat riwayat serupa pada keluarga.

Lakukan pemeriksaan fisik mandiri secara rutin tiap bulan untuk mendeteksi munculnya tahi lalat baru terlebih jika terdapat riwayat melanoma/ kanker kulit pada keluarga.

Meskipun mayoritas tahi lalat bersifat jinak dan tidak berpotensi mengalami perubahan ke arah keganasan, namun tahi lalat yang timbul pada usia dewasa dan memiliki tampilan yang berbeda dari tahi lalat pada umumnya lah yang perlu diwaspadai.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat memeriksa tahi lalat:

1.Asymmetry (bentuk): evaluasi apakah tahi lalat Anda memiliki bentuk yang asimetris atau tidak berimbang antara kedua sisinya.

2.Border (tepi): tahi lalat dengan tepi yang tidak regular, kasar permukaannya, dan tampak kabur membutuhkan evaluasi lebih lanjut akan kemungkinan perubahan ke arah keganasan.

3.Color (warna): Warna dari tahi lalat yang berbeda dari warna normal tahi lalat biasanya yaitu hitam. Warna yang agak kecokelatan, kebiruan, putih atau merah hingga hitam perlu diwaspadai.

4.Diameter (ukuran): Waspada apabila terdapat tahi lalat dengan diameter melebihi diameter pensil

5.Evolving (perubahan): Adanya perubahan pada tahi lalat baik pada segi ukuran, warna hingga bentuk tahi lalat dari waktu ke waktu membutuhkan perhatian lebih untuk memastikan tidak adanya potensi keganasan. Selain itu, Anda juga perlu berhati-hati bila terdapat produksi cairan dari tahi lalat Anda.

Jika terdapat kemunculan tahi lalat baru yang mencurigakan, biarkan dokter melakukan biopsi pada massa tahi lalat baru tersebut untuk mengeliminasi kemungkinan adanya kanker atau sudah sejauh apa penetrasi tahi lalat yang berpotensi membawa sel kanker tersebut ke dalam kulit.

Bagi para pria, melanoma sering muncul dari tahi lalat yang ada di punggung, sementara bagi para wanita, melanoma sering muncul dari tahi lalat yang ada di betis dan sekitarnya.

Pemeriksaan fisik secara mandiri dapat Anda lakukan dengan bantuan cermin atau kaca berukuran panjang. Telusuri apakah ada lalat dengan ciri mencurigakan seperti yang disebutkan diatas.

Jika terdapat tahi lalat dengan bentuk atau karakteristik mencurigakan, catat cirinya dan ambil gambar menggunakan kamera untuk memantau perubahan yang mungkin terjadi. Jika perubahan yang terjadi cukup signifikan, maka segera konsultasikan kepada dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

webMd.com