Atur Jenis Kelamin Ternak, Gunakan Alat Ini

0
565
Tim peraih penghargaan tingkat internasional

MALANGVOICE – Kelompok mahasiswa dari Universitas Brawijaya (UB) ini menciptakan alat yang tidak biasa. Gabungan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Peternakan (Fapet) ini menciptakan alat pengatur jenis kelamin hewan ternak yang mereka namakan Swimp Up Sorter.

Kelompok ini digawangi Frido Wahyu A dan Ronny Ari Setiawan dari FT, serta Dimas Firdaus Adami, Wahyu Setiawan dan Mirsa Ita Dewi Adiana dari Fapet.

Penelitian pembuatan alat ini, mereka dibimbing oleh dosen Eka Maulana, ST. M.Eng dari FT dan Dr. Ir. Gatot Ciptadi, DESS dari Fapet.

Swimp Up Sorter adalah inovasi teknologi penyortir spermatozoa X dan Y yang berguna dalam menentukan jenis kelamin ternak jantan dan betina. Tujuannya, untuk meningkatkan populasi hewan ternak.

“Fungsinya yaitu sexing (tindakan khusus menentukan jenis kelamin) spermatozoa X dan Y,” jelas Ketua Tim, Frido Wahyu.

Medali penghargaan internasional
Medali penghargaan internasional

Frido menerangkan, alat ini menggabungkan konsep sentrifugasi dan elektroforesis. Tahap pertama atau sentrifugasi bertujuan memisahkan bagian motil (hidup) dan inmotil (mati).

Tahap selanjutnya, atau elektroforesis bertujuan memisahkan bagian X dan Y yang masih hidup. Kromosom X menuju ke katoda dan kromosom Y menuju ke anoda.

“Alat ini masih berupa prototype. Pengujian pertama telah dilakukan di Laboratorium Sumber Sekar Universitas Brawijaya,” imbuhnya

Lanjut Frido, tim berencana melakukan pengujian kedua berupa pengujian langsung terhadap ternak (IB atau teknologi lain) untuk keberhasilan sexing spermatozoa.

“Dari hasil pengujian pertama telah menunjukkan alat berhasil mempertahakan fertilisasi spermatozoa,” urai mahasiswa angkatan 2014 tersebut.

Karya unik buatan mahasiswa ini berhasil mendapatkan penghargaan Gold Prize pada kompetisi internasional The 3rd International Young Inventors Award (IYIA), di Surabaya Convention Hall, 6 hingga 8 September 2016 lalu.

Kompetisi IYIA diikuti sekitar 100 tim dari jenjang SD, SMP, SMA, dan Universitas lintas dunia seperti Malaysia, Thailand, Philipina, Taiwan, Korea Selatan, China, Mesir, Jordania, Syria, Romania, Rusia, Kroasia, Amerika Serikat, serta Kanada.