Atang, Pelukis Anti Mainstream

0
529
Lukisan di atas batu (Tika)
Lukisan di atas batu (Tika)

MALANGVOICE – Melukis di media kanvas atau kertas bahkan juga kain, itu hal biasa. Tapi yang dilakukan Atang Sanjaya, seniman asal Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, ini tergolong unik.

Saat menggelar pameran seni di lapangan parkir DPRD Kabupaten Malang, Ateng terlihat konsentrasi melukis menggunakan goresan bolpoin di atas batu warna putih.

Laki-laki yang belajar melukis secara otodidak ini sedang melukis wajah seorang model perempuan yang mengunjungi standnya.

Koleksi lukisan Ateng Sanjaya (Tika)
Koleksi lukisan Ateng Sanjaya (Tika)
Tidak butuh waktu lama. Hanya sekitar 10 menit sketsa wajah itu sudah jadi. Bapak satu anak ini tinggal mewarnai menggunakan kuas kecil yang sudah dicelupkan ke cat minyak atau cat genting.

Laki-laki yang sudah melukis sejak 29 tahun ini menjelaskan, media batu dia pilih karena tergolong unik. Tidak banyak seniman Indonesia yang menggunakan media ini untuk melukis.

“Paling yang banyak gunakan media batu adalah pelukis dari luar negeri. Kalau cari di YouTube malah mungkin seniman Indonesia tidak ada yang gunakan media ini,” jelas dia kepada MVoice, Rabu (14/9).

Bapak satu anak ini menjelaskan, melukis di atas batu bisa dikatakan susah-susah gampang. Pasalnya, media yang digunakan memiliki tekstur tidak merata dan ukuran yang tidak seragam.

Meski begitu, tesktur medianya justru menjadikan ciri khas lukisan. Dia mencontohkan, lukisan kepala gajah dari batu kolam dengan permukaan menonjol.

Permukaan yang menonjol itu membuat lukisan kepala gajah yang dia ciptakan terlihat tiga dimensi.

“Setiap batu kan punya tekstur permukaan. Ikuti saja alurnya, nanti juga bisa tercipta bentuk gambar yang bagus,” jelasnya seraya menunjukkan lukisan gajah yang dia buat.

Melukis di atas batu juga membutuhkan ketelitian dan ketelatenan. Pasalnya, ukuran batu yang mayoritas tidak lebih besar dari kepalan tangan. Bahkan ada juga yang berukuran sekecil kelereng.

“Makanya setiap melukis saya gunakan kaca pembesar,” tegas dia.